Begini Teknik Mengemudi yang Irit Bahan Bakar

Irit atau tidaknya sebuah mobil tak hanya ditentukan oleh kondisi dan spesifikasi kendaraan, tapi juga cara berkendara seseorang. Untuk bisa menggapai efisiensi bahan bakar minyak (BBM) maksimal, diperlukan pengetahuan soal cara berkendara yang irit BBM atau ‘eco driving’. “Satu hal yang haram saat eco driving adalah bertindak agresif, ini justru yang paling sulit. Kalau sudah agresif, kaki kanan (yang menginjak pedal gas) seperti ‘tidak sekolah’. Padahal kaki kanan ini yang paling penting,” tegasnya. Setelah emosi mampu dikuasai, selanjutnya tinggal bicara teknik dan praktik sesering mungkin. Eco driving membutuhkan injakan gas halus, akselerasi ‘kalem’ dan konstan, plus putaran mesin paling tinggi 2.000 rpm.

“Kalau membawa mobil bertransmisi manual, secepat mungkin gantilah gigi. Kalau yang bertransmisi otomatis apalagi CVT lebih gampang, tinggal tahan gas di putaran mesin maksimal 2.000 rpm,” papar Sugi. Selanjutnya ialah mengantisipasi kondisi lalu lintas. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhitungkan waktu bepergian serta pintar memilih lajur di jalan raya, baik dalam kondisi lancar maupun macet. Dalam kondisi macet, injakan pedal gas tetap harus halus dan perlahan. Putaran mesin pun tak boleh melebihi 2.000 rpm. Untuk mobil bertransmisi otomatis, trik yang bisa dilakukan adalah membiarkan mobil meluncur sendiri terlebih dahulu dengan hanya melepas pedal rem.


“Jangan pernah bermain setengah kopling untuk mobil manual karena tenaga mesin akan keluar lebih besar dan menghabiskan BBM percuma,” sambung Sugi.Teknik eco driving selanjutnya ialah melepas gas secara dini dan memanfaatkan gaya dorong atau gravitasi untuk membuat mobil melaju. Eco driving juga membutuhkan latihan memanfaatkan engine brake sebanyak mungkin di putaran mesin rendah. “Oper gigi secara bertahap dengan memperhatikan rpm,”  lanjut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *